|
Abstract:
|
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran
jam rumus (jarum) terhadap hasil belajar dan karakter mandiri pada materi bangun
datar kelas 4 SDN Pejagan 01. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah
metode kuantitatif eksperimen dengan bentuk desain penelitian true experimental
design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 43 siswa
dan sampel penelitian terdiri dari kelas 4 A yang berjumlah 23 siswa dan kelas 4 B
yang berjumlah 20 siswa di SD Negeri Pejagan 01. Kelompok dalam penelitian ini
yaitu kelompok kelas 4 A sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan serta
kelompok kelas 4 B sebagai kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan.
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar kognitif
menggunakan instrumen tes pilihan ganda serta pada karakter mandiri
menggunakan lembar observasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
luas dan keliling bangun datar persegi, persegi panjang dan segitiga. Uji hipotesis
yang digunakan adalah analisis uji-t. Analisis data dibantu menggunakan software
SPSS versi 26 for windows. Hasil belajar diperoleh nilai rerata kelas eksperimen
adalah 72 dan nilai rerata kelas kontrol adalah 62, sehingga kelas eksperimen lebih
besar dari kelas kontrol. Pada karakter mandiri diperoleh nilai rerata kelas
eksperimen adalah 79 dan nilai rerata kelas kontrol adalah 70, sehingga kelas
eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Hasil uji-t menunjukan (1) Hasil belajar
dari hasil uji-t mendapatkan nilai sig < 0,05 atau 0,023 < 0,05, sehingga H0 ditolak
dan Ha diterima. Artinya media pembelajaran jam rumus berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa. (2) Pada karakter mandiri dari hasil uji-t diperoleh sig < 0,05
atau 0,004 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh
penggunaan media jam rumus terhadap karakter mandiri. Secara deskriptif terdapat
pengaruh media jam rumus terhadap hasil belajar dan karakter mandiri siswa, hal
ini ditunjukkan dengan hasil niai yang diperoleh siswa dimana perolehan nilai di
kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. |